Angkat Budaya Madura, Siswi SMAN 1 Ambunten Raih Prestasi Jurnalistik FLS3N
Sumenep - Prestasi membanggakan kembali datang dari dunia
pendidikan Madura. Aena Belatus Sa’idah, siswi SMAN 1 Ambunten, Kabupaten
Sumenep, berhasil meraih Juara 2 bidang Jurnalistik dalam ajang Festival Lomba
Seni dan Sastra Siswa Nasional atau FLS3N 2026. Capaian itu terasa istimewa
karena kompetisi tersebut menjadi pengalaman pertama Bela, sapaan akrabnya,
dalam mengikuti lomba jurnalistik.
Keberhasilan Bela tidak datang secara instan. Dalam lomba
tersebut, ia mengangkat karya feature bertema budaya lokal tentang “Sintong”,
salah satu kesenian khas Madura yang masih bertahan di Kecamatan Ambunten.
Untuk menyusun tulisan itu, Bela melakukan observasi serta wawancara langsung
dengan pelestari budaya selama kurang lebih tiga minggu.
Bela mengaku sempat tidak menyangka bisa meraih juara.
Sebelum mengikuti FLS3N, ia lebih banyak menulis cerpen dibanding karya
jurnalistik. Tantangan terbesar yang ia hadapi bukan hanya mengumpulkan data,
melainkan mengolah fakta lapangan menjadi tulisan feature yang hidup, menarik,
dan nyaman dibaca.
“Awalnya saya tidak menyangka bisa juara karena sebelumnya
belum pernah ikut jurnalistik. Saya juga harus beberapa kali datang lagi ke
narasumber karena merasa datanya masih kurang,” ujar Bela, Sabtu, 16 Mei 2026.
Menurut Bela, menulis feature jurnalistik memberi pengalaman
baru. Ia belajar bahwa tulisan jurnalistik tidak cukup hanya memuat informasi,
tetapi juga membutuhkan kepekaan dalam memilih sudut pandang, menyusun alur
cerita, serta menghadirkan unsur human interest agar pembaca merasa dekat
dengan tema yang diangkat.
Pembina jurnalistik SMAN 1 Ambunten, Moh. Santoso, S.Pd.,
menilai keberhasilan Bela menunjukkan pentingnya keberanian pelajar untuk
mencoba bidang baru. Menurutnya, feature berbeda dari berita langsung karena
memberi ruang lebih luas bagi penulis untuk menghadirkan cerita yang dekat
dengan kehidupan masyarakat.
Santoso menjelaskan, karya feature tidak sepenuhnya terikat
waktu seperti hard news. Jenis tulisan ini memungkinkan penulis menggali
realitas sosial dan budaya secara lebih mendalam, sehingga isu yang ditulis
dapat tampil lebih hidup, ringan, tetapi tetap berbasis fakta.
Ia juga menekankan bahwa keberanian menjadi modal penting
bagi pelajar yang ingin berkembang di dunia jurnalistik. Banyak siswa memiliki
potensi menulis, tetapi belum berani memulai karena merasa tidak memiliki
pengalaman.
Prestasi Bela sekaligus menambah daftar capaian SMAN 1
Ambunten di berbagai bidang. Sekolah tersebut selama ini dikenal aktif
mendorong siswanya berprestasi, baik dalam bidang seni, olahraga, maupun
literasi jurnalistik.
Keberhasilan ini juga menjadi bukti bahwa pelajar daerah
memiliki peluang besar untuk bersaing di tingkat nasional. Melalui karya yang
mengangkat budaya lokal, Bela tidak hanya membawa nama sekolah, tetapi juga
ikut memperkenalkan kekayaan kesenian Madura kepada publik yang lebih luas.

Comments
Post a Comment